pembelajaran sains abad 21

PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21
Abad ke-21 dimulai dari tahun 2001, karena hitungan tahun semenjak ditemukannya kalender masehi, awal pada awal mula ditemukannya tahun seharusnya ada pada tahun nol, dan ulang tahun pertama harusnya ada pada tahun 1, makanya masuk tahun 2001 disebut sebagai abad ke – 21. Dengan demikian tahun 2018 ini sudah merupakan dasawarsa ke-2 pada abad ke – 21; karena dasawarsa ke-1 sudah berlalu, yakni 2000 – 2009. Abad ke – 21 ini disebut dengan milenium ke-3 kalender Gregorian.
Filosofis yang dianut dalam abad ke – 21 ini adalah postmodernisme, globalisasi, pragmatisme, progersivisme, dan idealisme.
Teoritisnya yang ada dalam pelaksanaan pendidikan di abad ke – 21 ini adalah teori pembelajaran kognitivismehumanistik dan teori belajar Ausubel. Teori kognitivisme menyatakan bahwa pengetahuan itu berasal dari stimulus dan respons tetapi dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimilikinya.  Teori humanistik akan sangat membantu para pendidik dalam memahami arah belajar pada dimensi yang lebih luas, sehingga upaya pembelajaran apapun dan dalam konteks manapun akan selalu diarahkan dan dilakukan untuk mencapai tujuannya. Teori belajar Ausubel yakni berupa meaningful learning. Menurut Ausubel faktor yang paling penting mempengaruhi siswa belajar adalah apa yang telah diketahui oleh siswa.
Praksisnya adalah Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), UU No. 30 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dan Kurikulum 2013,.
Praktisnya adalah maraknya sekolah berbasis keterampilan dan pembelajaran berbasis teknologi.
Paradigma Pendidikan Sains  Abad 21
Sebagai bangsa yang mempunyai harga diri dan yang telah mengacungkan unggulan berbudaya tidak dapat menutup mata serta telinga, berdiam diri, acuh terhadap daya guna pembaharuan ilmu dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk kebaikan umat manusia. Kebangunan dan citra bangsa baru akan terlihat jika kita ikut berlomba dalam peradaban dengan menyumbangkan karya, pikiran dan keagungan pikir dalam tatanan dunia yang baru. Usaha kita itu terutama untuk kepentingan dan keselarasan pembangunan bangsa menghadapi ekonomi dan sosial yang sadar-pengetahuan, dan penciptaan manusia berkapasitas pemecah soal. Kita ikut mengisi khazanah ilmu pengetahuan teoretis maupun terapan sambil memancarkan wawasan dan kemitraan yang murni.
Dengan demikian paradigma pendidikan sains abad 21 dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.                  Untuk menghadapi abad 21 yang makin syarat dengan teknologi dan sains dalam masyarakat global di dunia ini, maka pendidikan kita haruslah berorientasi pada ilmu pengetahuan matematika dan sains alam disertai dengan sains sosial dan kemanusiaan (humaniora) dengan keseimbangan yang wajar.
2.                  Pendidikan ilmu pengetahuan, bukan hanya membuat seorang peserta didik berpengetahuan, melainkan juga menganut sikap kelilmuan dan terhadap ilmu pengetahuan, yaitu kritis, logis, inventif dan inovatif, serta konsisten, namun disertai pula dengan kemampuan beradaptasi. Di samping memberikan ilmu pengetahuan, pendidikan ini harus disertai dengan menanamkan nilai-nilai luhur dan menumbuh kembangkan sikap terpuji untuk hidup dalam masyarakat yang sejahtera dan bahagia di lingkup nasional maupun dilingkup antarbangsa dengan saling menghormati dan saling dihormati.
3.                  Untuk mencapai ini mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi haruslah merupakan suatu sistem yang tersambung erat tanpa celah, setiap jenjang menunjang penuh jenjang berikutnya, menuju ke frontierilmu. Namun demikian, penting pula pada akhir setiap jenjang, di samping jenjang untuk ke pendidikan berikutnya, terbuka pula jenjang untuk langsung terjun ke masyarakat.
4.                  Bagaimanapun juga, pada setiap jenjang pendidikan perlu ditanamkan jiwa kemandirian, karena kemandirian pribadi mendasari kemandirian bangsa, kemandirian dalam melakukan kerjasama yang saling menghargai dan menghormati, untuk kepentingan bangsa.
5.                  Khusus di perguruan tinggi, dalam menghadapi konvergensi berbagai bidang ilmu pengetahuan, maka perlu dihindarkan spesialisasi yang terlalu awal dan terlalu tajam.
6.                  Dalam pelaksanaan pendidikan perlu diperhatikan kebhinnekaan etnis, budaya, agama dan sosial, terutama di jenjang pendidikan awal. Namun demikian, pelaksanaan pendidikan yang berbeda ini diarahkan menuju ke satu pola pendidikan nasional yang bermutu.
7.                  Untuk memungkinkan seluruh warganegara mengenyam pendidikan sampai ke jenjang pendidikan yang sesuai dengan kemampuannya, pada dasarnya pendidikan harus dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat dengan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah (pusat dan daerah).
8.                  Untuk menjamin terlaksananya pendidikan yang berkualitas, sistem monitoring yang benar dan evaluasi yang berkesinambungan perludikembangkan dan dilaksanakan dengan konsisten. Lembaga pendidikan yang tudak menunjukkan kinerja yang baik harus dihentikan.
 Berdasarkan “21stCentury Partnership Learning Framework”, terdapat beberapa kompetensi dan/atau keahlian yang harus dimiliki oleh SDM abad 21, yaitu:
1.                  Kemampaun berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and Problem-Solving Skills)– mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah
2.                  Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and Collaboration Skills) – mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan berbagai pihak
3.                  Kemampaun berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and Problem-Solving Skills)– mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah
4.                  Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and Collaboration Skills) – mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan berbagai pihak
5.                  Kemampuan mencipta dan membaharui (Creativity and Innovation Skills) – mampu mengembangkan kreativitas yang dimilikinya untuk menghasilkan berbagai terobosan yang inovatif
6.                  Literasi teknologi informasi dan komunikasi (Information and ommunications Technology Literacy) – mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kinerja dan aktivitassehari-hari
7.                  Kemampuan belajar kontekstual (Contextual Learning Skills) – mampu menjalani aktivitas pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi
8.                  Kemampuan informasi dan literasi media (Information and Media Literacy Skills) – mampu memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan beragam gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan beragam pihak.
Di samping itu didefinisikan pula sejumlah aspek berbasis karakter dan perilaku yang dibutuhkan manusia abad 21, yaitu:
1.                  Leadership– sikap dan kemampuan untuk menjadi pemimpin dan menjadi yang terdepan dalam berinisiatif demi menghasilkan berbagai terobosan-terobosan
2.                  Personal Responsibility– sikap bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatan yang dilakukan sebagai seorang individu mandiri
3.                  Ethics– menghargai dan menjunjung tinggi pelaksanaan etika dalam menjalankan kehidupan sosial bersama
4.                  People Skills– memiliki sejumlah keahlian dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sebagai mahluk individu dan mahluk social
5.                  Adaptability– mampu beradaptasi dan beradopsi dengan berbagai perubahan yang terjadi sejalan dengan dinamika kehidupan
6.                  Self-Direction– memiliki arah serta prinsip yang jelas dalam usahanya untuk mencapai cita-cita sebagai seorang individu
7.                  Accountability– kondisi di mana seorang individu memiliki alas an dan dasar yang jelas dalam setiap langkah dan tindakan yang dilakukan
8.                  Social Responsibility– memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan kehidupan maupun komunitas yang ada di sekitarnya
9.                  Personal Productivity– mampu meningkatkan kualitas kemanusiaannya melalui berbagai aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari.
Sadar akan tingginya tuntutan “penciptaan” SDM, maka sistem serta model pendidikan pun harus mengalami transformasi. Telah banyak literatur yang merupakan buah pemikiran dan hasil penelitian yang membahas mengenai hal ini, bahkan beberapa model pendidikan yang sangat berbeda telah diterapkan oleh sejumlah sekolah maupun kampus di berbagai belahan dunia. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dideskripsikan sejumlah ciri dari model pendidikan di abad 21 yang perlu dicermati dan dipertimbangkan.


 Empat Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21
Keempat prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang digagas Jennifer Nichols tersebut dapat dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini:
1.      Instruction should be student-centered
Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Siswa tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat.
Pembelajaran berpusat pada siswa bukan berarti guru menyerahkan kontrol belajar kepada siswa sepenuhnya. Intervensi guru masih tetap diperlukan. Guru berperan sebagai fasilitator yang berupaya membantu mengaitkan pengetahuan awal (prior knowledge) yang telah dimiliki siswa dengan informasi baru yang akan dipelajarinya. Memberi kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan cara dan gaya belajarnya masing-masing dan mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas proses belajar yang dilakukannya.  Selain itu, guru juga berperan sebagai pembimbing, yang berupaya membantu siswa ketika menemukan kesulitan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya.
2.      Education should be collaborative
Siswa harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, siswa perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, siswa perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.
Begitu juga, sekolah (termasuk di dalamnya guru) seyogyanya dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan (guru) lainnya di berbagai belahan dunia untuk saling berbagi informasi dan penglaman tentang praktik dan metode pembelajaran yang telah dikembangkannya. Kemudian, mereka bersedia melakukan perubahan metode pembelajarannya agar menjadi lebih baik.
3.      Learning should have context
Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan siswa di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan siswa terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu siswa agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Guru melakukan penilaian kinerja siswa yang dikaitkan dengan dunia nyata.
4.      Schools should be integrated with society
Dalam upaya mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi siswa untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana siswa dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Siswa dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, siswa perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.


Bedasarkan uloasan dan uraian diatas, penulis mengajak berdiskusi dalam membangun pendidikan di abad 21, adapun kajian diskusi ada pada pertanyaan berikut:
1.           Apa yang harus anda disiapkan sebagai pendidik terhadap pembelajaran sains bedasarkan prisip pokok pemebelajaran abad 21?
2.           Apa saja kiat-kiat dalam pemebelajaran supaya peserta didik memiliki kemampuan dan kecakapan di pendidikan abad 21?
3.           Pendekatan apa yang tepat dalam pembelajaran abad 21?



                                                                              Salam edukasi

Komentar

  1. Sedikit sharing pak hendri Sebagai pendidik di abad ke 21 seorg guru dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi dan mampu memposisikan diri sebagai pembelajar seumur hidup, guru juga harus ikut berkembang sebagaimana siswa dan tidak berhenti meningkatkan kompetensi profesional dibidangnya, guru harus bisa mengajar dengan langkah2 saintifik yg telah berkembang, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik, terimakasi. artinya disini kolaborasi antar keduanya sangat diperlukan, melihat dari hubungan keduanya dalam pendidikan.

      Hapus
  2. Tolong bro.. Tulisanya jangan di warnai..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih masukanya, sangat mebangun... salam edukasi ... salam SMA muaro jambi pak

      Hapus
  3. Assalamualaikum wr.wb
    Ulasan yang menarik.
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 3.
    Pembelajaran sains di era abad 21 sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiri) dengan pendekatan berpusat pada siswa (student centered learning) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif (creative thingking) dan berpikir kritis (critical thingking), mampu memecahkan masalah, melatih kemampuan inovasi dan menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi. Pendidkan sains juga harus mampu berkembang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan teknologi yang selaras dengan nilai dan budaya-budaya yang ada didalam masyarakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih... artinya disini dimaksud adalah penerapan student centre memang sangat perlu, untuk membangun yang kreatif, kritis, inovatif

      Hapus
  4. Yg harus disiapkan guru menyongsong abad 21 adalah
    1. Guru harus kompeten dan profesional dalam mengajar
    2. Menguasi TIK
    3. Guru harus memahami berbagai strategi, pendekatan dan model pembelajaran yg sesuai dng abad 21
    4. Guru sbg fasilitator krn pembelajaran berpusat pd siswa
    5. Guru harus mampu mengembangkan sikap kritis siswa
    6. Yg tak kalah penting adalah sapras yg menunjang seperti komputer yg terhubung dengan internet.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih jawabanya, artinya disini guru sebagai media awal yang mempersiapkan segala sesutunya, dimaana kebijakan tindknya akan menentukan kevakapanya dalam mengolah siswa dan kelas. Lantas ketika semua ini telah dilakukan apakah akan berhasil sebuah pendidikan itu bu?

      Hapus
  5. Assalamualaikum wr.wb menurut pendapat saya pendekatan saintifik sesuai dengan tuntutan abad 21 yang terdapat dalam kurikulum2013

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik terimakasih, bagamana penerapanya sesuai prinsip pokok pembelajaran abad 21?

      Hapus
  6. Terima kasih ulsanya.. menurut saya hal yg harus d siapkan dalam pembelajran abad 21 berdasarkan prinsip nya sebgai pendidk, kita bisa mngajrkan siswa mencari informasi terlebih dahulu sblm pembelajran inti d mulai. Disana kita melibatkan siswa secara berkolompok untk mencari informasi yg d btuhkan dan slanjtnya guru membimbing siswa untk mengkait dgn kehidupan sehari-hari siswa. Dan pendidik d tuntut untk peka dgn keadaan siswa dan membuat plajran yg menyenangkan. Sekian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih jawabanya, disini artinya saudari melihat kecakapan dari guru sebagai fasilittor?

      Hapus
  7. Saya akan menjawab pertanyaan no.1
    menurut saya yang harus disiapkan pendidik adalah guru harus kreatif dan inovatif agar dapat memberikan pembelajaran yang terus berkembang dan mengoptimalkan teknologi yang merupakan ciri pembelajaran abad 21bahkan sekarang teknologi bukan hanya sebagai pilihan tapi menjadi keharusan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih jawabnaua, berati disini keharusan dalam menguasain iptek sangat di haruskan? Nah bagaimana dalam prosen pencapaianya saat ini?

      Hapus
  8. Jika kita tinjau dari kondisi peserta didik saat ini pendekan yang lebih tepat digunakan adalah pendidikan karakter.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik terimaksih, lantas bagaimana penerapanya sesuai dengan konsep pokok pembelajaran di era digital ini?

      Hapus
  9. Asssalamualaikum wr wb.
    Menurut saya pendekatan yang tepat digunakan pada pembelajaran abad 21 adalah pendekatan saintifik. Dimana Pendekatan saintifik diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Dimana pendekatan ini dekat dengan pembelajaran sains di era abad 21 yang dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiri).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, bagaimana dengan pelaksanaanya? Apakah telah sesuai dengan teori saintifik?

      Hapus
  10. Terima kasih atas ulasan materinya. saya coba untuk menjawab soal nomor 1 terkait apa yang harus dipersiapkan sebagai pendidik dalam pembelajaran sains pada abad 21. adapun yang harus dilakukan yaitu 1. seorang pendidik memiliki empat (4) kompetensi yakni kompetensi profesional, kompetensi pedaqoqik, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial 2. pendidik mampu mengunakan teknologi informasi/melek IT 3. pendidik memiliki semangat juang dan etos kerja serta qualitas keimanan ke taqwaan kepada tuhan yang maha esa 4. pendidik harus mampu memfasilitasi dan mampu menginspirsi belajar dan kreatifitasi siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak, sangat jelas kompetensi guru yang harus di miliki

      Hapus
  11. Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 3. Pendekatan apa yang tepat dalam pembelajaran abad 21?
    Sesuai dengan model pembelajaran abad 21, pendekatan yang paling tepat adalah pembelajaran yang berpusat ke siswa (student centered).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih... studencentered dalam praktiknya bagaimanakah?

      Hapus
  12. Saya akan menanggapi pertanyaan sdr.Hendri yg no.1 yaitu: Apa yang harus anda disiapkan sebagai pendidik terhadap pembelajaran sains bedasarkan prisip pokok pemebelajaran abad 21?

    -hal yang utama dipersiapkan adalah kemampuan guru, baik dalam menguasai tekhnologi maupun memilih secara kreatif dan inovatif mengenai model pembelajaran apa yang akan diterapkan yang sesuai dengan pembelajaran abad 21. Guru harus terus meningkatkan kemampuannya agar bisa menyesuaikan dengan tuntutan zaman dan pola pikir siswa terkini, guru harus terus belajar mengenai tekhnologi mutakhir,tekhnologi itu bukan lagi sebagai additional,melainkan keharusan/wajib.

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya kecakapan guru dalam memilih sangat diperhatikan supaya siswa teerlayani dengan baik

      Hapus
  13. menurut pendapat saya pendekatan yang tepat digunakan pada abad ke 21 ini sudah tepat di gunakan oleh kurikulum indonesia yaitu pendekatan saintifik dimana siswa dituntut mampu berkreatif, berpikir ilmiah serta berpikir kritis.kemudian selaian itu pendekatan konstruktivisme juga cocok digunakan karena merujuk kepada siswa,dimana siswa dituntuk berperan aktif dan mampu menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semua ulasan diatas berbanding lurus kah dengan praktik nya?

      Hapus
  14. merujuk pada pertanyaan No 3.
    Pendekatan yang tepat dalam pembelajaran abad 21, sesuai dengan keadaan dilapangan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah terus mengupayakan agar lembaga pendidikan mampu mengatasi tantangan zaman. salah satunya adalah dengan melakukan pendekatan dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah melakukan pendekatan pada proses pembelajaran, yakni pendekatan saintifik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih, artinya penyesuaian pendekatan harus di perhatikan y

      Hapus
  15. terimakasih ulasannya,.ingin ikut berdiskusi mengenai pendekatan apa yang pas untuk menyongsong pembelajaran abad21, menurut saya pemerintah telah memorsikan pendekatan yang pas untuk k13 sebagai bentuk menerapkan pembelajaran abad 21 yaitu pendekatan saintifik. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke terimakasih, kesesuain itu berjalankah sesuai prakteknya?

      Hapus
  16. Assalamualaikum saya akan menjawab pertanyaan nomor satu, menurut pendapat saya apa saja yang di siapkan yaitu pengetahuan untuk mengikuti perubahan yang ada, sehingga tugas guru memang betul2 mempelajarinya sehingga mampu menyesuaikan..
    salah satu persiapannya guru mampu menoperasikan teknologi dan siap untuk ikut pelatihan yg akan di sediakan pemerintah dengan sungguh2.. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam... baiklah, itu beberapa hal yang harus diperhatikan, namun bagaimana pemerataan pelatihan2 yang saudari dlsebutkan, mksud nya hingga pelosok?

      Hapus
  17. Pendekatan yang tepat dalam pembelajaran abad 21?


    Ada beberapa pendekatan pendidikan di abad 21 yang mungkin dilaksanakan di sekolah atau perguruan tinggi dengan menggunakan beberapa pendekatan , yaitu; pendekatan keteladanan, pendekatan berbasis kelas, pendekatan kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, pendekatan kultur kelembagaan dan kultur akademik, pendekatan berbasis komunitas, dan dukungan kebijakan pendidikan yang relevan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya beberapa pendekatan bisa di terapkan, namun telah sesuai dengan konsep 21 ini ?

      Hapus
  18. Pada k13 menggunakan model pembelajaran problem based learning, project based learning, inquiry dan model sejenis lainnya yg telah menggunakan pendekatan saintifik yg lebih fokus kepada perkembangan pola berpikir siswa, swhingga pembelajaran di sekolah mampu menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupannya bermasyarakat

    BalasHapus
  19. Assalamualaikum,
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomr1.
    Terkait apa2 saja yang perlu disiapkan,
    - Ialah yang utama mental, kita harus menperaiapkan mental dengan baik agar diri kita memiliki kesiapan dalam membelajarkan pada abad 21.
    - Kecakapan keterampilan dalan berbagai kemajuan-kemajuan yang ada pada abad 21, seperti mampu menjalankan alat komunikasi lebih baik, Memiliki pengetahuan mengenai teknologi.
    Memiliki inovasi dalam mbelajarkan.
    Menyususn perencanaan sesuai tujuan capaian-capaian yang diharapkan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer