Efektivitas Model Quantum Learning dalam pembelajaran Sains



Efektivitas Model Pembelajaran Quantum dalam Pembelajaran Sains

Terdapat beberapa model pembelajaran, salah satunya adalah model Quantum Learning ,sebelum mengetahui strategi pembelajaran Quantum Learning, siswa harus bisa menentukan gaya belajarnya sendiri. Gaya belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, dan kemudian mengatur, serta mengolah informasi (DePorter dan Hernacki dalam Alwiyah, 2009: 110 112). Menurut DePorter dan Hernacki dalam Alwiyah (2009: 113), terdapat tiga gaya belajar atau yang disebut dengan modalitas belajar, yaitu sebagai berikut:

1. Visual
Gaya belajar visual adalah belajar dengan cara melihat. Siswa dengan gaya belajar visual akan lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui media-media visual seperti poster, gambar-gambar, video, dan lain sebagainya.
2. Auditorial
Gaya belajar auditorial adalah belajar dengan cara mendengar. Siswa dengan gaya belajar auditorial akan lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui media-media audio seperti mendengarkan cerita, mendengarkan kaset, ceramah, diskusi, dan lain sebagainya.
3. Kinestetik
Gaya belajar kinestetik adalah belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh. Siswa dengan gaya belajar kinestetik akan lebih mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru melalui praktek-praktek atau praktikum. 

Modalitas belajar atau gaya belajar tersebut di atas merupakan dasar bagi siswa untuk belajar dengan menggunakan strategi Quantum Learning. Menurut DePorter dan Hernacki dalam Alwiyah (2009), strategi Quantum Learning meliputi hal-hal sebagai berikut. 

1. Memberikan sugesti positif untuk siswa
Dalam Quantum Learning tidak terdapat istilah siswa bodoh atau gagal.Kegagalan adalah umpan balik untuk memberikan motivasi siswa dan belajar dari kegagalan untuk memperoleh kesuksesan. Metode Quantum Learning digunakan guru untuk selalu memberikan sugesti positif kepada siswa bahwa mereka mampu melakukan aktifitas belajar mengajar dengan baik, mampu mengerjakan tugas dengan baik, dan akhirnya mampu memperoleh nilai terbaik.

2. Mendudukkan murid secara nyaman
Dalam metode Quantum Learning, siswa diajarkan bagaimana siswa duduk secara nyaman. Posisi duduk dan berjalan memasuki kelas harus tegak sehingga siswa akan selalu bersemangat dalam menghadapi segala aktifitas pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

3. Memasang musik latar di dalam kelas
Musik yang digunakan adalah musik klasik dengan irama ketukan yang teratur sesuai detak jantung. Dari hasil penelitian, musik-musik tersebut dapat meningkatkan daya tahan dalam belajar dan meningkatkan daya konsentrasi siswa.

4. Meningkatkan prestasi individu
Dalam metode Quantum Learning, peran guru bukanlah mentransfer pengetahuan kepada siswa secara satu arah saja, melainkan siswa juga distimulasi agar ikut berperan aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini bisa dilakukan melalui permainan, diskusi, tanya jawab, dan lain sebagainya. Melalui treatment tersebut, maka prestasi individu akan lebih terlihat dan bisa ditingkatkan.
5. Menggunakan poster atau gambar untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi
Metode Quantum Learning mengajarkan proses pembelajaran secara menyenangkan. Sehingga guru harus bersikap kreatif untuk menghidupkan proses belajar mengajar tersebut, diantaranya dengan menggunakan poster-poster dalam memberikan materi pelajaran. Sehingga siswa akan lebih mudah mengingat dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.


Efektifitas Model Pembelajaran Quantum pada Pembelajaran Sains

Melalui Quantum Learning siswa akan diajak belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bebas dalam menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya. Dengan model pembelajaran ini diharapkan dapat tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan kegiatan belajar siswa. Dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan siswa berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan baik apabila siswa banyak aktif dibandingkan guru.
Dalam model pembelajaran Quantum terdapat kerangka rancangan belajar yang disebut TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan). Dalam kerangka belajar ini mengandung makna bahwa dalam proses belajar yang menyenangkan dan bermakna itu harus melalui tahapan yang dapat membawa siswa ke dalam suatu proses yang mampu membuat siswa mengalami sendiri apa yang ia pelajari. Sebisa mungkin membuat proses pembelajaran itu lebih kontekstual agar pemahaman siswa terhadap pembelajaran bukan hanya hal yang  bersifat abstrak saja dan siswa mampu menghasilkan sebuah produk berupa pemahaman terhadap konsep – konsep pelajaran yang mampu ia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Hal tersebut sejalan dengan sejalan dengan karakteristik pembelajaran sains yang mengutamakan unsur sikap, proses, produk dan juga penerapan. Dalam kerangka TANDUR pada model pembelajaran Quantum mewakili pelaksanaan unsur-unsur pembelajaran sains tersebut. 
Selain itu model pembelajaran Quantum juga mengikutsertakan bahwa pemberian motivasi, variasi lingkungan belajar, penggunaan alat bantu dan penggunaan musik dalam belajar serta ikatan emosional dalam pembelajaran juga sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Dalam pembelajaran sains siswa diharapkan mampu memiliki sikap yang baik serta mampu menjalani proses dan menghasilkan suatu produk yang mampu diterapkan dalam kehidupan, untuk mewujudkan hal tersebut penggubahan suasana dan lingkungan belajar sangat perlu untuk menjaga agar motivasi belajar siswa terus tumbuh dan menetap. Jadi dengan menggunakan model pembelajaran Quantum dirasakan cukup efektif untuk diterapkan pada pembelajaran sains jika dilihat dari kecocokan komponen model pembelajaran tersebut dengan karakteristik pembelajaran sains. 






Contoh skenario pembelajaran Quantum
Kegiatan pendahuluan 
1. Guru melakukan apersepsi dengan pertanyaan pada materi pembelajaran IPA.
2. Memberi pertanyaan kepada siswa tentang cakupan materi dari pembelajaran IPA

Kegiatan inti 

1. Mentransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep.
2. Memperbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstuktur.
3. Setelah peta konsep jadi, membeti tugas kepada siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok berdasarkan sub-sub materi.
4. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa kerja kelompok untuk membuat peta konsep.
5. Guru keliling untuk memberi penjelasan jika ada kelompok yang bertanya selama siswa menyusun peta konsep.
6. Wakil-wakil kelompok maju untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Sementara itu kelompok lain diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukan.
7. Menjelaskan tentang materi yang belum dipahami siswa

Kegiatan Penutup
1. Memberikan masukan tentang hasil pekerjaan siswa
2. Postest.
3. Memberi kesempatan siswa untuk memberi masukan tentang cara pmbelajaran yang dilakukan guru sebagai evaluasi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


Pertanyaan :
  1. Ada berapa klemahan dari quantum learning, bagaimana menanggapi kelemahan tersebut dari siswa dan guru?
  2. Hal Apa yang paling bisa membuat kita menggunakan model quantum learning? Jelaskan alasanya!
  3. Diatas telah saya buat scenario pembelajaran Quantum, nah bagaimana cara mengevaluasi pada proses pembelajaranya? Jelaskan!
Terimakasih…. Salam Edukasi!!!

Komentar

  1. Menanggapi pertanyaan nomor 2. Menurut saya hal yang paling membuat kita menggunakan model Quantum adalah bahwa model pembelajaran ini sangat efektif untuk membuat siswa antusiaantus dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga proses belajarnya menjadi bermakna.

    BalasHapus
  2. Menyikapi pertanyaan no 1.?
    Cara menagapi nya yaitu bidabdg cara mencari solusi dan jalan keluarnya, sehingga guru yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang berkualitas pula.

    BalasHapus
  3. Menanggapi pertanyaan no 2. Hal yg membuat kita menggunakan model jika kita menginginkan proses pembeljaran yg menyenangkan dan membuat siswa aktif, model kuantum ini sgt efektif.

    BalasHapus
  4. menanggapi soal no 2.

    hal yang membuat kita memilih modelini karena mungkin model pembelajaran kauntum ini sangat memperhatikan keaktifan serta kreatifitas yang dapat dicapai oleh peserta didik. Pembelajaran kuantum mengarahkan seorang guru menjadi guru yang “baik”. baik dalam arti bahwa guru memiliki ide-ide kreatif dalam memberikan proses pembelajaran, mengetahui dengan baik tingkat kemampuan siswa.

    BalasHapus
  5. Menjawab pertanyaan no.2 Hal Apa yang paling bisa membuat kita menggunakan model quantum learning? Jelaskan alasanya!
    Menurut saya alasan penggunaan model quantum ini adalah Dengan adanya kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuannya, akan memudahkan guru dalam mengontrol sejauh mana pemahaman siswa dalam belajar dan siswa berperan secara aktif didalam pembelajaran.

    BalasHapus
  6. menanggapi pertanyaan kedua
    Hal Apa yang paling bisa membuat kita menggunakan model quantum learning? Jelaskan alasanya!
    apabila kita telah memahami dan menguasai langkah-langkah model pembelajaran quantum tersebut maka akan mudah saja kita menggunakannya.
    terima kasih

    BalasHapus
  7. menaggapi pertanyaan nomor 3. evaluasi dalam QT bisa dilakukan dnegan model evaluasi hasil belajar pada umumnya yakni dengan postes baik esai atau pilihan ganda . tidak ada jenis evaluasi khusus untuk QT katena QT menekankan pada bagaimana proses pembelajaaran yang ada menjadi menyenangkan bagi siswa sehingga siswa tertarik dan merasa senang dnegan materi yang akan dipelajaarinya.

    BalasHapus
  8. menanggapi soal no 2, hal yang membuat kita menggunakan model quantum learning yaitu membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. meningkatkan motvasi belajar siswa dan kepercayaan diri.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer